— Edukasi
Perbedaan Sinta, Scopus, dan Copernicus untuk Jurnal Akademik
Mengenal tiga sistem akreditasi jurnal paling populer di Indonesia dan dunia — mana yang paling cocok untuk publikasi Anda?
Saat mempublikasikan karya ilmiah, peneliti sering bingung memilih jurnal target. Sinta, Scopus, dan Copernicus adalah tiga sistem indeksasi paling sering disebut. Apa perbedaannya?
1. Sinta (Science and Technology Index)
Sinta adalah sistem indeksasi nasional Indonesia yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Sinta mengelompokkan jurnal Indonesia menjadi 6 tingkat: S1 (tertinggi) hingga S6 (terendah). Sinta cocok untuk publikasi yang menargetkan komunitas akademik Indonesia dan kebutuhan kenaikan jabatan dosen.
2. Scopus
Scopus adalah database komersial milik Elsevier yang mengindeks 25.000+ jurnal global. Untuk masuk Scopus, jurnal harus melewati seleksi Content Selection & Advisory Board (CSAB). Publikasi di jurnal Scopus dihargai sangat tinggi di dunia akademik internasional dan biasanya diperlukan untuk doktor, kenaikan jabatan, atau hibah riset.
3. Index Copernicus
Index Copernicus (IC) adalah platform indeksasi berbasis Polandia. IC populer di jurnal-jurnal Eropa Timur dan Asia. Meskipun lebih mudah diakses dibanding Scopus, kredibilitas IC tidak setinggi Scopus atau Web of Science.
Tabel Perbandingan
- ▸Sinta: Lingkup nasional, 6 tier, gratis daftar, dikelola pemerintah Indonesia.
- ▸Scopus: Lingkup internasional, sangat selektif, berbayar untuk akses penuh, ratusan ribu jurnal.
- ▸Copernicus: Lingkup internasional, lebih akomodatif, gratis terbatas, ratusan ribu jurnal.
Mana yang Sebaiknya Dipilih?
Jika target Anda akreditasi nasional dan kebutuhan dalam negeri — Sinta adalah pilihan utama. Untuk pengakuan internasional dan dampak global — Scopus jauh lebih dihargai. Copernicus bisa menjadi opsi tambahan, namun hindari jurnal predator yang mengaku terindeks IC.
Gunakan Scholaria Hub untuk mencari artikel dari ketiga sistem indeksasi ini dalam satu pencarian.
— Selanjutnya